oleh

RUNTUHNYA INTEGRITAS KAMPUS — Bercermin dari Kasus Rektor Unsoed


 

Oleh: M.Guntur Alting

Korupsi di dunia pendidikan adalah bentuk kejahatan paling kejam, karena ia merampas kejujuran dan keadilan sejak dari akar ilmu pengetahuan.” (Nelson Mandela)

DUNIA pendidikan tinggi kita kembali bergetar hebat. Kali ini bukan karena prestasi riset yang menembus jurnal internasional, atau penemuan teknologi canggih yang bikin kagum dunia.

Baca Juga  Silang Saking Sandra Menyandera Akan terus Menghantui Sampai Masuk ke Liang Kubur — Jacob Ereste

Tapi karena berita yang bikin “ngelus dada”: Sang Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Prof.Akhmad Sodiq, ditangkap KPK.

​Ini sungguh mengusik batin kita, karena ketika benteng terakhir peradaban—institusi pendidikan tinggi yang diidamkan sebagai rahim lahirnya nalar jernih, moralitas publik, dan kejujuran intelektual—ternyata keropos dari dalam.

Peristiwa ini adalah sebuah “alarm” kebudayaan yang memekakkan telinga, sebuah pengingat pahit bahwa korupsi telah merangsek masuk ke ruang-ruang steril yang selama ini kita agungkan sebagai menara gading.

Baca Juga  BLOK MASELA: Akhirnya Presiden Prabowo Mengeksekusinya — Membangun Kedaulatan Migas melalui Spirit Pasal 33 UUD 1945

​Ketika dunia akademik terseret dalam pusaran rasuah, yang runtuh bukan hanya karier seorang individu atau reputasi sebuah universitas.

Yang runtuh adalah kepercayaan sosial (social trust) dari jutaan orang tua dan anak-anak muda di pelosok negeri yang masih memandang pendidikan sebagai satu-satunya tangga sosial yang adil dan bersih untuk merajut masa depan.

Baca Juga  CATATAN RINGAN PIALA DUNIA 2026 : “SPANYOL JUARA”

–000–

*​Komodifikasi Kursi Kuliah dan Ironi Seleksi Mandiri”*

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *