Oleh: M.Guntur Alting
“Korupsi di dunia pendidikan adalah bentuk kejahatan paling kejam, karena ia merampas kejujuran dan keadilan sejak dari akar ilmu pengetahuan.” (Nelson Mandela)
—
DUNIA pendidikan tinggi kita kembali bergetar hebat. Kali ini bukan karena prestasi riset yang menembus jurnal internasional, atau penemuan teknologi canggih yang bikin kagum dunia.
Tapi karena berita yang bikin “ngelus dada”: Sang Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Prof.Akhmad Sodiq, ditangkap KPK.
Ini sungguh mengusik batin kita, karena ketika benteng terakhir peradaban—institusi pendidikan tinggi yang diidamkan sebagai rahim lahirnya nalar jernih, moralitas publik, dan kejujuran intelektual—ternyata keropos dari dalam.
Peristiwa ini adalah sebuah “alarm” kebudayaan yang memekakkan telinga, sebuah pengingat pahit bahwa korupsi telah merangsek masuk ke ruang-ruang steril yang selama ini kita agungkan sebagai menara gading.
Ketika dunia akademik terseret dalam pusaran rasuah, yang runtuh bukan hanya karier seorang individu atau reputasi sebuah universitas.
Yang runtuh adalah kepercayaan sosial (social trust) dari jutaan orang tua dan anak-anak muda di pelosok negeri yang masih memandang pendidikan sebagai satu-satunya tangga sosial yang adil dan bersih untuk merajut masa depan.
–000–
*Komodifikasi Kursi Kuliah dan Ironi Seleksi Mandiri”*














Komentar