oleh

Monumen Cinta Bernama Nurul Izzah — Oleh: Tamsil Linrung


Tidak ada sekolah yang mengajarkan bagaimana menjadi seorang ayah yang kehilangan anak. Tidak ada kitab yang mampu menjelaskan mengapa takdir terkadang meminta seorang ayah mengantarkan putrinya lebih dahulu menuju pusara. Semua teori tentang kesabaran mendadak terasa kecil ketika seorang ayah berdiri di hadapan gundukan tanah merah anaknya. Mengusap kembang aneka warna, seperti kenangan yang menjadi mozaik cerita.

Baca Juga  Utang DBH Belum Lunas, Pemprov Maluku Utara Malah Ajukan Pinjaman Rp. 1 Triliun.

Hari ini, saya memahami bahwa ada luka yang tidak ditujukan untuk benar-benar sembuh. Ia hanya diajarkan agar dipikul, meski dengan hati yang pilu.

Putri sulung saya, Azizah Nurul Izzah, telah kembali kepada Sang Pemilik Kehidupan. Ia menjalani ujian sakit dengan kesabaran yang nyaris tak pernah jadi keluhan. Allah memanggilnya pulang. Pada usia yang bagi banyak orang adalah puncak kematangan. Namun bagi Allah, setiap jiwa telah memiliki batas waktu yang telah ditentukan.

Baca Juga  PEREMPUAN, API YANG TAK PERNAH PADAM DI DALAM SEJARAH (Sebuah Tanggapan atas Gagasan Jacob Ereste)

Nurul adalah anak pertama saya. Ia tidak sekadar anak yang lahir lebih dahulu. Dialah manusia yang mengubah seorang lelaki biasa menjadi seorang ayah. Sebelum kehadirannya, saya hanyalah seorang laki-laki yang menjalani hidup. Tangis pertamanya yang memecah keheningan, menandai sebuah amanah. Bahwa Allah menitipkan gelar yang jauh lebih mulia daripada jabatan apa pun. Gelar Ayah.

Baca Juga  Pesan Untuk Generasi Yang Kelak Akan Menikmati Janji 100 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia

Tidak semua lelaki memperoleh kehormatan itu. Dan mahkota itu saya dapatkan melalui Nurul.

Karena itu, mustahil seorang ayah dapat memisahkan sebagian dirinya dari anak pertama. Ia adalah kepingan hati yang berjalan di luar tubuh. Berapa pun usianya, sejauh apa pun melangkah, ia tetap menjadi bagian dari jiwa yang tak pernah benar-benar lepas.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *