oleh

BLOK MASELA: Akhirnya Presiden Prabowo Mengeksekusinya — Membangun Kedaulatan Migas melalui Spirit Pasal 33 UUD 1945


 

Oleh: Gunawan Adji

_”Mengapa sebuah proyek strategis nasional dapat tertunda selama hampir tiga dekade? Apakah persoalannya semata-mata karena nilai investasinya yang sangat besar? Ataukah sesungguhnya terdapat persoalan yang lebih mendasar, yakni tata kelola negara dalam mengelola sumber daya alam?_ Pertanyaan-pertanyaan inilah yang patut kita renungkan ketika membahas perjalanan panjang Blok Masela.”

Akhirnya Presiden Prabowo mengeksekusi Blok Masela. Setelah hampir tiga dekade berada dalam pusaran tarik-ulur kebijakan, pergantian investor, perdebatan mengenai skema pengembangan, hingga kontroversi di tingkat pengambil kebijakan, salah satu proyek gas terbesar Indonesia akhirnya memasuki tahap pembangunan melalui groundbreaking. Peristiwa ini bukan sekadar dimulainya pembangunan proyek LNG bernilai sekitar US$20–25 miliar, melainkan juga menandai berakhirnya sebuah penantian panjang yang selama bertahun-tahun menjadi simbol kompleksitas tata kelola migas nasional.

Baca Juga  Antara Mahatir dan Prabowo.

Sebagai akademisi, saya selalu meyakini bahwa sebuah kebijakan publik tidak boleh dinilai hanya dari hasil akhirnya, tetapi juga dari proses yang melahirkannya. Blok Masela merupakan contoh yang sangat menarik. Cadangan gas raksasa di Lapangan Abadi ditemukan pada akhir 1990-an dan diproyeksikan menjadi salah satu proyek LNG terbesar di Asia. Namun, potensi yang luar biasa itu justru diikuti oleh perjalanan yang tidak sederhana. Hampir 28 tahun berlalu dengan berbagai perubahan desain proyek, pergantian mitra investasi, penundaan Final Investment Decision (FID), hingga dinamika kebijakan yang membuat proyek tersebut berjalan sangat lambat.

Baca Juga  CATATAN BUNG PIMRED : Brazil vs Jepang 2-1, Maroko vs Belanda 4-3: Mentalitas Juara Bertemu The Power Of Ilaihi

Pertanyaan berikutnya adalah, mengapa proses itu berlangsung begitu lama?

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *