Pembaca yang Terhormat.
Pernahkah Anda bertanya, mengapa jalanan mendadak lengang di jam lima sore, lalu riuh rendah oleh antrean takjil di trotoar?
Mengapa pola belanja kita justru melonjak saat kita sedang diminta untuk menahan diri?
Atau, bagaimana sebuah tradisi mudik mampu menggerakkan jutaan manusia melintasi ribuan kilometer hanya untuk sebuah ritual “maaf-memaafkan”?
Ramadan bukan sekadar urusan menahan lapar antara terbit fajar hingga terbenam matahari.
Di balik ritual privat itu, ada mesin sosial raksasa yang bergerak. Ada pergeseran budaya, ada negosiasi ruang publik, dan ada perubahan cara kita berinteraksi satu sama lain.
Ramadan kali ini, Pikiran UMMAT akan mempersembahkan rubrik harian: SOSIO-PUASA dengan penulis Dr.M.Guntur Alting, M.Si
–000–
Kenapa Sosio-Puasa?
Jika kajian agama seringkali fokus pada aspek fiqih (hukum) atau tasawuf (spiritualitas).













Komentar