Dua, Refleksi Sosial.
Mempertanyakan kembali, apakah kesalehan kita sudah berdampak positif pada struktur sosial, atau justru terjebak dalam arus konsumerisme semata.
Ketiga, Memahami Keragaman.
Melihat bagaimana identitas kelas, gender, dan tradisi lokal berkelindan erat dengan napas keagamaan kita.
Selama 30 hari ke depan, Sosio-Puasa akan menjadi teman diskusi Anda di sela waktu menunggu berbuka atau saat santap sahur.
Kami akan membedah mulai dari politik pengeras suara, sosiologi zakat, hingga drama sosial di balik meja makan.
Mari berhenti sejenak dari rutinitas, dan mulailah membaca diri kita sebagai bagian dari masyarakat yang sedang berpuasa.
Selamat mengikuti dan membaca rubrik ini.
Redaksi







Komentar