oleh

Sosio-Puasa | Hari-16/17 : SUJUD DI BAWAH LANGIT YANG MEMBARA

Oleh : M.Guntur Alting

Di cakrawala Tanah Arab. Bintang-bintang seolah menepi, tergusur raung mesin besi yang membelah sunyi.

Bukan lagi kidung malaikat yang turun ke bumi, melainkan “pijar rudal,” melukis memar di langit yang tinggi.

Malam itu, kesucian Tanah Haram mendadak diselimuti selubung kecemasan yang ganjil.

Ribuan jemaah yang datang dengan rindu yang meluap. Kini harus berhadapan dengan kenyataan pahit: bahwa jalur kepulangan mereka telah disekat oleh garis-garis api di angkasa.

Baca Juga  Sosio-Puasa | Hari-19/20 : PARADOKS NIAT

Cahaya kilat dari intersepsi rudal di cakrawala membuat langit tampak terluka.

Sebuah perpaduan antara jingga api dan hitam pekat yang menakutkan, menandai dimulainya babak ketidakpastian bagi para tamu Allah.

–000-

Timur Tengah selalu menjadi wilayah yang berdiri di atas dua kutub ekstrem: kesucian yang abadi dan konflik yang tak kunjung usai.

Baca Juga  Sosio-Puasa | Hari-9/10 : 23 RAKAAT YANG MELURUH

Namun, ketika kedua dunia ini berbenturan. Ketika langit di atas Tanah Haram yang biasanya tenang oleh lantunan talbiyah tiba-tiba dicabik oleh deru jet tempur dan pijar rudal.

Kita menyaksikan sebuah potret kemanusiaan yang paling rapuh sekaligus paling pasrah.

Fenomena jemaah umroh yang terjebak di tengah eskalasi militer bukan sekadar berita duka, melainkan sebuah esai panjang tentang batas antara maut dan pengabdian.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *