Sosio-Puasa hadir untuk memotret puasa dari kacamata Sosiologi Agama.
Kami tidak akan membahas sah atau tidaknya sebuah ibadah, melainkan bagaimana ibadah tersebut membentuk wajah masyarakat kita hari ini.
Rubrik ini hadir setiap hari selama 30 hari atau satu bulan penuh. Karena fenomena Ramadan itu dinamis.
Dinamika sosial di minggu pertama saat kita beradaptasi dengan ritme baru, tentu berbeda dengan minggu terakhir saat hiruk-pikuk lebaran mulai memuncak.
Setiap hari adalah potongan mozaik dari potret besar umat yang sedang berproses.
Apa Tujuan Kami?
Melalui Sosio-Puasa, kami ingin mengajak Anda untuk:
Satu, Melihat yang Tersembunyi.
Menyadari makna di balik kebiasaan-kebiasaan Ramadan yang sering kita anggap lumrah.







Komentar