oleh

MUBESLUB: Jalan Tengah Akhiri Perang Dingin HIKMU — Oleh: Tommy R.Arief

-Artikel/Opini-1027 Dilihat

Tujuan MUBESLUB sederhana: duduk bersama.
Agendanya meliputi verifikasi AD/ART, evaluasi kepengurusan, dan penyatuan kembali seluruh elemen HIKMU dari pusat hingga daerah. Hasilnya diharapkan melahirkan satu kepengurusan tunggal yang memiliki legalitas hukum sekaligus legitimasi politik di mata anggota.

“Organisasi besar pasti punya dinamika. Tapi kalau dibiarkan berlarut, yang dirugikan adalah warga. MUBESLUB bisa jadi jembatan,” ujar seorang pengurus daerah yang enggan disebut namanya.

Baca Juga  Ledakan Tambang, Ketergantungan Pangan, dan Kegagalan Kelembagaan Ekonomi Lokal di Maluku Utara

*Tantangan Terbesar: Kemauan Berunding*
Tentu, menggelar MUBESLUB tidak semudah membalik telapak tangan. Pihak yang merasa kepengurusannya sudah sah tentu bertanya: untuk apa diulang?

Di sinilah peran penengah dibutuhkan. Tokoh-tokoh senior, sesepuh, Majelis Adat, hingga pemerintah daerah Maluku Utara diharapkan bisa menjadi jembatan. Tanpa ada pihak ketiga yang netral dan berwibawa, ajakan MUBESLUB akan sulit diterima semua pihak.

Baca Juga  Monumen Cinta Bernama Nurul Izzah — Oleh: Tamsil Linrung

Selain itu, desakan dari bawah juga penting. Jika mayoritas paguyuban di daerah bersuara sama, maka forum penyatuan akan sulit untuk ditolak.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *