TERNATE — Peta politik Maluku Utara 2031 mendadak dinamis. Nama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dan Bupati Halmahera Selatan Bassam Kasuba diisukan akan “kawin politik” sebagai pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur pada Pilgub 2031.
Isu ini pertama kali mengemuka dari sumber media ini yang menyebut komunikasi politik koalisi Sherly – Bassam sudah final.
“‘Kawin siri’ politik dua kubu ini sudah dilakukan. Tinggal menunggu momentum yang pas untuk disahkan sebagai pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara,” ujar sumber off the record kepada media ini, Minggu 24 Agustus 2026.
Nama salah satu perusahan terkemuka nasional ikut menyeruak sebagai mak comblang dibalik perjodohan politik paling gres ini.
”salah satu perusahan terkemuka dikabarkan sebagai “mak comblang” koalisi ini”ungkap sumber ini.
Dalam skenario yang beredar, Sherly Tjoanda tetap di posisi calon Gubernur, sementara Bassam Kasuba diposisikan sebagai calon Wakil Gubernur.
Di Luar Dugaan: Nasionalis Katolik Bertemu Islam Koservatif
Yang membuat publik terkejut adalah komposisi ideologinya. Sherly dikenal sebagai politikus Katolik dengan basis nasionalis. Sementara Bassam Kasuba berasal dari PKS dengan politik dakwah yang kerap disebut berhaluan Islam konservatif bisa bertemu dalam satu kepentingan politik.
“Siapa yang bisa membayangkan dua ideologi politik yang berseberangan bisa menyatu. Sherly Tjoanda yang Katolik Nasionalis bisa bertemu Bassam Kasuba yang Islam konservatif dari PKS,” ujar Muslim Arbi, Direktur Gerakan Perubahan Indonesia.
Namun menurutnya, dalam sistem politik liberal seperti di Indonesia, hal itu bukan mustahil.
“Tetapi itulah politik liberal. Koalisi tak se-ideologis bisa saja terjadi, apalagi jika mereka sama-sama kebelet kepentingan kekuasaan ketimbang mempertahankan nilai idiologis,” tambahnya.









Komentar