TERNATE — Apel pagi ASN Pemprov Maluku Utara, Senin 27 Juli 2026 kemarin, seharusnya jadi “Senin ceria”. Faktanya malah jadi “Senin kelabu”.
Halaman upacara di depan Kantor Gubernur Maluku Utara di Gosale yang biasanya riuh yel-yel semangat, pagi itu berubah jadi paduan suara lain: “Huuuuuuu”.
Penyebabnya satu kalimat dari orang nomor satu Malut, Gubernur Sherly Tjoanda yang akrab disapa “Onco”:
“TTP ASN saya potong 10%”.
Seketika. Ribuan mulut ASN kompak menyahut dengan siulan panjang. Sound hore yang biasanya memanaskan semangat, pagi itu berubah jadi sound protes yang memanaskan telinga.
Betapa tidak. Ini pemotongan jilid 2 di tahun 2026. Januari lalu TTP sudah dipangkas 20%. Tambah lagi 10% sekarang, total sudah *30% melayang.
Dampaknya bukan cuma ke rekening ASN. Tapi langsung ke “asap dapur”, ke uang jajan anak, sampai ke nenek-nenek penjual barito di Pasar Barito Galamada dan Bastiong. Apalagi ke Cafe – Cafe di Fort Orange yang hanya antri menjemput kebutuhan sekunder.Daya beli ASN anjlok, ekonomi Ternate-Tidore ikut batuk.















Komentar