oleh

Pencitraan Palsu Adalah Sikap dan Sifat Yang Sombong dan Bodoh

By.Jacob EresteĀ 

Pencitraan itu adalah keinginan dari penampilan yang berlebih dari kapasitas diri yang sesubgngguhnya dimiliki. Karena itu pulsa, tidak otentik sebagai kepribadiandiri yang sejati. Oleh karena itu orang yang gemar membangun pencitraan diri, dapat dipastikan suka memanipulasi untuk semua hal. Mulai dari cinta, kesetiaan, komitmen hingga janji setia untuk mematuhi ikatan perjanjian, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis. Apalagi kalau hanya dalam ucapan semata yang sesungguhnya adalah bualan semata.

Baca Juga  IDUl FITRI BERSAMA CAK NUR

Pencitraan diri itu bisa ditandai kegemaran memasang gelar atau julukan palsu yang tidak pernah diberikan oleh insansi atau pihak lain yang kompeten untuk menyematkan gelar atau julukan tertentu itu. Karenanya, fenomena ijazah palsu, gelar palsu, kekuasaan palsu – yang mengaku sebagai pejabat dari instansi tertentu – sampai kekayaan palsu seperti penampilan mewah dari rumah sewaan, kendaraan pinjaman atau kredit yang dipaksakan di luar kemampuan, sehingga banyak yang ditarik kembali oleh pihak leasing, adalah fenomena pencitraan yang semakin mewabah dalam budaya masyarakat urban yang menjadi korban dari pola hidup konsumtif.

Baca Juga  DI BUMI FAGOGORU, KITA MENENUN DAMAI Di ATAS RETAKAN HATI

Penjajahan yang dilakukan para pedagang serupa ini merupakan bagian dari dokmatik kapitalisme yang mewabah di seluruh dunia, lantaran tersingkirnya sosialisme yang sesungguhnya menjadi bagian dari nafas filsafat kehidupan bangsa Timur – khususnya Indonesia yang belum juga menemukan bentuk dari pilihan hidup yang mantap dan terarah. Bahwa hidup ini sesungguhnya tidak harus dimuati oleh beban material semata, karena harus diimbangi oleh bobot spiritual sebagai penyeimbang atau pengendali diri agar tidak materialustik dan hura-hura menikmati kegembiraan yang semu, palsu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *