Budaya pencitraan diri yang telah merusak dan merasuk dalam wilayah agama – seperti umroh berulang kali atau ziarah spuritual ke berbagai tempat yang tak lebih dari kunjungan wisata semata itu – terkesan telah menjadi trend atau model prilaku snob akibat tekanan psikologis yang lebih bersifat materialistis, bukan psikologis spiritualistis.
Oleh karena itu, untuk meredakan sikap dan sifat buruk yang tamak dan rakus – termasuk membangun citra diri yang palsu – bisa mulai diredakan oleh kesadaran dan pemahaman spiritual yang bisa membimbing jiwa dan bathin serta kebekuan hati untuk lebih bersikap ugahari atau rendah hati. Sebab semua bentuk pencitraan yang palsu itu – bukan hanya sikap penipu – tapi lebih didorong oleh sikap dan sifat yang sombong. Serta bodoh
Banten, 6 April 2026








Komentar