Ternate, 3 April 2026 –Di tengah situasi mencekam pasca gempa bumi berkekuatan 7,6 SR yang masih dibayangi status siaga potensi tsunami dari BMKG Kelas III Ternate, langkah kemanusiaan ditunjukkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Dr. H. Rizal Marsaoly. Sebagai Ketua Posko Penanganan Bencana, ia memilih hadir langsung di wilayah terluar—Kecamatan Batang Dua—menjangkau warga yang paling terdampak.
Setelah sebelumnya mengunjungi Pulau Mayau, Rizal bersama tim melanjutkan perjalanan ke Pulau Tifure, sebuah wilayah terpencil yang menyimpan duka sekaligus harapan. Di pulau ini, dua kelurahan—Pante Sagu dan Tifure—ikut merasakan dampak gempa yang mengguncang Kamis lalu.
Namun kunjungan ini bukan sekadar agenda formal pemerintahan. Di tengah keterbatasan akses dan situasi darurat, kehadiran Sekda menjadi simbol bahwa negara tidak abai terhadap warganya, bahkan di titik terjauh sekalipun.

Dengan menyapa warga satu per satu, Rizal memastikan kondisi mereka, mendengarkan keluhan, sekaligus menyerahkan bantuan bahan pokok dan kebutuhan mendesak. Ia juga menyambangi titik-titik pengungsian, memastikan para penyintas mendapatkan perhatian yang layak.
“Kehadiran kami di sini untuk memastikan seluruh warga mendapat penanganan yang sama. Ini adalah komitmen pemerintah untuk hadir tanpa membedakan wilayah, baik di Mayau maupun Tifure,” ujar Rizal dengan nada empati.








Komentar