oleh

Blusukan Kepala Daerah, Antara Kerja Nyata dan Ilusi Pencitraan

Oleh: Husein Umasangadji

Akhir-akhir ini, layar ponsel dan televisi kita penuh dengan adegan kepala daerah turun ke pasar, masuk got, atau bagi-bagi sembako. Fenomena “blusukan” memang bukan barang baru, tapi eskalasinya kini patut dicermati. Sebab, yang turun bukan cuma satu orang. Di belakangnya ada tim media lengkap dengan drone, fotografer, videografer, hingga admin medsos yang siap memviralkan setiap langkah.

Baca Juga  MENYEMAI BENIH KESADARAN DI RUANG KELAS

Niatnya mungkin baik: mendekatkan pemimpin dengan rakyat. Masalahnya, ketika yang menonjol hanya aksi heroik seorang diri—tanpa jejak birokrasi, tanpa koordinasi OPD, tanpa partisipasi warga—publik berhak bertanya: ini solusi, atau sekadar tontonan?

Salah satu yang paling sering jadi sorotan adalah Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda. Gesturnya turun ke lapangan sekilas terlihat sebagai semangat kerja. Namun ketika aksi itu minim koordinasi dengan dinas teknis dan lebih menonjolkan narasi “satu orang menyelesaikan semua”, kritik pun tak terhindarkan. Tim medianya bekerja keras membangun kesan Gubernur adalah super hero tunggal di Maluku Utara. Jika benar demikian, maka jabatan publik sedang dibelokkan menjadi panggung pencitraan pribadi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *