oleh Jacob Ereste
Cerita korupsi di Indonesia memang sudah menjadi satu rangkaian episode kisah yang tak kunjung selesai. Korupsi terus terjadi di semua program, pelaksanaan proyek, di segenap bidang pekerjaan — tidak hanya di tempat yang mengurus uang, tapi juga di bidang, pendidikan, kesehatan hingga instansi keagamaan. Dan mereka yang melakukan semuanya adalah orang pintar, berpangkat tinggi, bertitel hebat tapi abai pada etika dan moral serta tuntunan agama yang sudah mengancam dengan ganjaran dosa serta menjadi penghuni neraka.
Kebobrokan akhlak yang melibas intelektualitas ini jelas karena tidak memiliki basis spiritualitas yang kuat. Sehingga gerakan kebangkitan kesadaran dan pemahaman spiritual semakin mendesak untuk dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif sebagai perlawanan balik dari budaya korupsi yang semakin mewabah sampai membuat semua pekerjaan diselewengkan, dimanipulasi dan dikomersialkan demi memperoleh pulus, bukan sekedar untuk tidak miskin, tetapi lebih menginginkan agar bisa lebih kaya dan dapat hidup mewah mengikuti nafsu dan syahwat hewani yang makin tidak mampu untuk dikendalikan, seperti perlombaan untuk menjadi pemenang dari siapapun yang dianggap paling unggul.














Komentar