oleh

Pesan Untuk Generasi Yang Kelak Akan Menikmati Janji 100 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia


Itulah sebabnya dari perilaku budaya mereka yang telah kerasukan syaitan korupsi selalu tampil dengan kemewahan dan kesombongan dengan mengkoleksi sejumlah barang mewah, mulai dari tempat tinggal hingga kendaraan mewah — meski nyaris tidak sempat mereka nikmati — karena memang lebih sibuk untuk mengikuti kompetisi mengumpulkan pundi-pundi dengan cara apapun agar bisa semakin menggunung dan menumpuk di brankas maupun di bunker.

Baca Juga  Tatanan Dunia yang Kacau: Menakar Laku Spiritual sebagai Penyeimbang Rasio Politik

Perilaku koruptor, tidak perduli apakah duit yang dientit itu adalah milik orang miskin, atau hasil dari tetesan keringat rakyat yang dikumpulkan bertahun-tahun, seperti dana haji, uang MBG ( Makan Bergizi Gratis), dana pensiun hingga duit asuransi dan uang subsidi untuk rakyat miskin, semua mereka anggap halal seperti cara mereka melakukan penilepan atau cara manipulasi dengan kecerdikan dan ketangkasan yang sepenuhnya menggunakan akal pikiran yang terlepas bebas dari kontrol batin yang terjaga di dalam hati nurani sebagai berkah dari ilahi Rabbi.

Baca Juga  Silih Asah, Silih Asih dan Silih Asuh Dari Sosok Prof.Dr. Sri Edi Swasono MPIA

Karena itu para koruptor serta pengkhianat amanah rakyat pantas dikutuk sampai tujuh kepada generasi agar diazab atas penderitaan mereka yang menjadi korban akibat dari perilaku mereka yang tidak beradab itu, sehingga harga pangan pokok serta kebutuhan sehari-hari yang sepatutnya disubsidi dan memperoleh kemudahan serta harga yang terjangkau untuk dibeli, telah menjadi dera dan derita rakyat tidak pernah bisa dijawab secara memuaskan dalam realitas kehidupan sehari-hari.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *