Oleh Jacob Ereste
(Bagian Kesatu)
Saya belum pernah menemukan seorang intelektual khususnya dari kalangan kampus yang memastikan dirinya untuk terus menerbitkan satu buku setiap tahun, kendati tidak harus dikaitkan dengan hari ulang tahun dirinya, yaitu Prof. Dr. Sri Edi Swasono.
Sesungguhnya, Mas Sri Edi Swasono — demikian sapaan akrab kami kalangan aktivis kampus Universitas Islam Indonesia yang giat menerbitkan majalah kampus Muhibbah — yang kemudian dibredel berganti nama menjadi Majalah Himmah, telah memposisikan beliau menjadi idola kami sekaligus menjadi tumpuan rujukan acuan dalam pengelola media pemberitaan untuk mahasiswa Indonesia tahun 1980-an.








Komentar