Ahli Bangunan: “Itu Basement, Bukan Lantai 1”. Muslim Arbi: “Mirip Jurus ‘Pulang Kampung’ Jokowi”
JAKARTA— Alih-alih meredam, klarifikasi Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe soal venue MTQ Provinsi justru bikin api makin besar. Pernyataan “itu bukan basement, itu lantai 1” dinilai upaya mengelak kekecewaan umat. Hasilnya: polemik baru dan adu istilah teknis vs rasa keadilan umat.
1. Kronologi Blunder: Dari Basement Jadi “Lantai 1 Islamic Center”
Isu meledak saat MTQ tingkat Provinsi Malut digelar di lantai bawah Masjid Raya Shaful Khaerat, Sofifi. Umat kecewa. Dinilai melecehkan karena Al-Qur’an dilantunkan di bawah tanah.
Wagub Sarbin Sehe lalu mengklarifikasi ke wartawan:
“Itu bukan basement. Itu lantai 1 yang fungsi utamanya gedung serbaguna atau bisa disebut Islamic Center, sehingga berbagai aktivitas dan kegiatan dapat dilaksanakan di situ,” tegasnya.
Maksudnya: biar nggak disebut “basement masjid”, ganti nama jadi “lantai 1 Islamic Center”.
1. Ahli Bangunan Bantah: Secara Teknis Itu Basement
Klarifikasi ini langsung diluruskan ahli konstruksi sipil yang meminta tidak disebut namanya.
“Dalam ilmu bangunan, lantai yang berada di bawah lantai utama apalagi terletak dalam tanah itu basement, bukan lantai 1. Lantai 1 itu lantai utama/ground floor. Entah masjid atau gedung sipil lain, aturannya sama,” jelas sumber dari perusahaan perencanaan konstruksi.
Bahasa sederhananya: kalau kakimu turun tangga ke bawah tanah sama dengab basement. Mau dipakai aula, Islamic Center, atau gudang, status strukturnya nggak berubah.















Komentar