Pengamat : Gubernur Sherly Berjalan Megah sebagai Gubernur terkaya di indonesia Diatas Mayat dan air mata Keluarganya.
BOBONG – Ledakan speedboat Bella 72 milik Benny Laos dan Sherly Tjoanda di Pelabuhan Bobong, Kabupaten Pulau Taliabu, pada 12 Oktober 2024 yang menewaskan 6 orang dan mencederai belasan lainya belum selesai. Hampir dua tahun berlalu, pilunya masih menyayat hati siapa pun yang punya nurani.
Jika di sinetron pagi Indosiar kita menonton kisah istri tua yang dicampakkan setelah suami mendapat istri muda, maka inilah kisah nyata di Maluku Utara: kebaikan dibalas dengan “kejahatan”.
Para korban luka dan keluarga korban tewas bertutur, mereka mengorbankan jiwa dan raga untuk kejayaan keluarga Benny Laos dan Sherly Tjoanda demi meraih tahta kekuasaan Maluku Utara. Namun pengorbanan itu berakhir sia-sia.
Mereka yang dijanjikan setumpuk janji manis berupa santunan, menurut pengakuan mereka, ternyata hanya prank belaka.
Sherly Tjoanda yang ibarat mendapat durian runtuh dari peristiwa yang merenggut nyawa suaminya itu, disebut lupa pada orang-orang yang berjasa menghantarkannya ke kursi Gubernur di salah satu provinsi terkaya nikel di Indonesia.
Jika benar, Muslim Arbi menilai Sherly Tjoanda berjalan dengan megah sebagai Gubernur dan berjoget ria di tik tok diatas mayat korban speedboat bela 72 dan nestapa keluarga mereka.
Ceritanya berakhir paradoks dan kontras.
Sherly kini duduk di kursi empuk Gubernur dengan segala kekuasaan, privilege, dan fasilitas anggaran besar. Ada anggaran lipstik alias perawatan kecantikan, anggaran konten TikTok yang terintegrasi dalam mata anggaran Komunikasi bernilai puluhan miliar, perjalanan dinas, mobil mewah.
Sementara di sudut lain, para korban cedera dan janda yang ditinggal mati suami harus hidup dalam nestapa.
“Sherly hidup dalam kemewahan, korban merana,” kata pengamat hukum nasional, Muslim Arbi, menyimpulkan ironi itu.








Komentar