oleh

KISAH PILU KORBAN SPEEDBOAT BELA 72! Ketika Pengorbanan Nyawa dan Fisik Dibalas Janji “Palsu”

-HEADLINE-270 Dilihat

Pengamat : Gubernur Sherly Berjalan Megah sebagai Gubernur terkaya di indonesia Diatas Mayat dan air mata Keluarganya.

BOBONG – Ledakan speedboat Bella 72 milik Benny Laos dan Sherly Tjoanda di Pelabuhan Bobong, Kabupaten Pulau Taliabu, pada 12 Oktober 2024 yang menewaskan 6 orang dan mencederai belasan lainya belum selesai. Hampir dua tahun berlalu, pilunya masih menyayat hati siapa pun yang punya nurani.

Jika di sinetron pagi Indosiar kita menonton kisah istri tua yang dicampakkan setelah suami mendapat istri muda, maka inilah kisah nyata di Maluku Utara: kebaikan dibalas dengan “kejahatan”.

Baca Juga  “SKANDAL” BELLA 72 MEREMBET KE BIROKRASI

Para korban luka dan keluarga korban tewas bertutur, mereka mengorbankan jiwa dan raga untuk kejayaan keluarga Benny Laos dan Sherly Tjoanda demi meraih tahta kekuasaan Maluku Utara. Namun pengorbanan itu berakhir sia-sia.

Mereka yang dijanjikan setumpuk janji manis berupa santunan, menurut pengakuan mereka, ternyata hanya prank belaka.

Sherly Tjoanda yang ibarat mendapat durian runtuh dari peristiwa yang merenggut nyawa suaminya itu, disebut lupa pada orang-orang yang berjasa menghantarkannya ke kursi Gubernur di salah satu provinsi terkaya nikel di Indonesia.
Jika benar, Muslim Arbi menilai Sherly Tjoanda berjalan dengan megah sebagai Gubernur dan berjoget ria di tik tok diatas mayat korban speedboat bela 72 dan nestapa keluarga mereka.

Baca Juga  PEMILIK KAPAL BERLINDUNG DIBALIK NAKODA ? Telaah Pidana Bella 72 Bongkar …………?

Ceritanya berakhir paradoks dan kontras.

Sherly kini duduk di kursi empuk Gubernur dengan segala kekuasaan, privilege, dan fasilitas anggaran besar. Ada anggaran lipstik alias perawatan kecantikan, anggaran konten TikTok yang terintegrasi dalam mata anggaran Komunikasi bernilai puluhan miliar, perjalanan dinas, mobil mewah.

Sementara di sudut lain, para korban cedera dan janda yang ditinggal mati suami harus hidup dalam nestapa.

Baca Juga  Ngebut Rehab Rumdis Rp8,8 M Pakai Skema Bermasalah, Tapi Gubernur Masih Nongkrong di Hotel: Ada Apa?, MA : BPK, KPK, KEJAGUNG Siaga.

“Sherly hidup dalam kemewahan, korban merana,” kata pengamat hukum nasional, Muslim Arbi, menyimpulkan ironi itu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *