oleh

OPINI KRITIS :“Sindiran Berkelas Prabowo: Gubernur Bukan Ajang Piala Citra”

-Artikel/Opini-2030 Dilihat

Saat Panggung Depan Mulus, Data di Belakang Panggung Telanjang

Oleh: Muzakir Dodaradaga

“Kepala daerah bukan ajang Piala Citra.”

KALIMAT Presiden Prabowo itu terdengar ringan. Tapi efeknya seperti tamparan berkelas ke banyak kepala daerah. Termasuk ke Maluku Utara. Karena sindirannya kena persis di titik lemah: sibuk mengelola citra, bukan mengelola penderitaan rakyat.

Baca Juga  Ketika Pendidikan Menjadi Gratis: Menguji Kemampuan APBN dan Ekosistem Pendidikan Indonesia Membiayai Universalitas Tanpa Mengorbankan Kualitas

Piala Citra itu panggung akting. Depan layar cantik, belakang layar berantakan. Dan data Malut hari ini, menurut catatan publik, sedang memperlihatkan persis wajah “belakang panggung” itu.

1. Logika Prabowo: APBD Untuk Rakyat, Bukan Untuk Filter Instagram

Inti sindiran Prabowo jelas: jabatan gubernur bukan kontes pencitraan. APBD bukan dana produksi konten. Sumber daya daerah bukan properti untuk “memoles diri”.

Baca Juga  Gurita Bisnis dan Konflik Kepentingan: Menelisik Obral Obligasi Tambang di Pesisir Maluku Utara

“Gubernur bukan ajang Piala Citra, yang menggunakan APBD untuk mengelola media sosial untuk pencitraan. APBD untuk rakyat, bukan untuk pencitraan,” begitu pesan yang ditangkap publik.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *