oleh

Festival Gastronomi—Ternate Bangkit dari Sejarah: Strategi Cerdas Wali Kota Tauhid Soleman Menjadikan Kota Rempah sebagai Pilar Pembangunan

-HEADLINE-2132 Dilihat

Ternate, 23 Desember 2025. —- Di tengah keterbatasan sumber daya alam tambang, Kota Ternate justru menunjukkan ketangguhan luar biasa dalam membangun masa depan. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si, kota yang pernah menjadi pusat kejayaan rempah dunia ini kini bangkit dengan strategi pembangunan berbasis sejarah dan budaya. Festival Gastronomi Ternate 2025 menjadi bukti nyata bagaimana “puing-puing” kejayaan masa lalu disulap menjadi fondasi ekonomi kreatif masa kini.

Baca Juga  Ketika Angka Dipilih untuk Pencitraan, Dr.Muhammad Kamal : Kemiskinan Malut Naik 3.040 Orang, Tapi PDRB Dipamerkan 19,64%

Bertempat di Benteng Oranje, simbol kejayaan kolonial dan perdagangan rempah masa silam, Festival Gastronomy Ternate 2025 resmi dibuka sebagai bagian dari perayaan Hari Jadi Ternate (HAJAT) ke-775. Lebih dari sekadar festival kuliner, acara ini menjadi panggung strategis untuk mempertegas identitas Ternate sebagai Kota Rempah sekaligus menghidupkan kembali denyut ekonomi lokal melalui warisan budaya.

Baca Juga  LIRA Malut Desak KLH dan Gakkum Periksa Manajemen PT IWIP, Dugaan Pembakaran Ban Bekas Dinilai Ancam Lingkungan

Dengan mengusung tema “Perempuan dan Rempah”, festival ini menyoroti peran sentral perempuan dalam menjaga, mengolah, dan mewariskan kekayaan rempah Ternate dari generasi ke generasi. Konsep living museum yang diusung menjadikan festival ini bukan hanya tontonan, tetapi juga pengalaman edukatif dan emosional yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan Ternate.

Baca Juga  SOROTAN ! Maluku Utara Kaya Raya di Atas Kertas, Miskin di Pesisir: Infrastruktur Hanya Jadi Koridor Ekstraksi Nikel

Wali Kota Tauhid Soleman dalam sambutannya menegaskan bahwa gastronomi bukan sekadar urusan dapur, melainkan strategi pembangunan yang berakar pada identitas sejarah. “Gastronomi dan kuliner berbasis rempah adalah identitas sejarah kita. Festival ini tidak hanya mempromosikan makanan lokal, tetapi menjadi ruang penguatan ekonomi kreatif, UMKM, dan promosi pariwisata yang bertumpu pada akar budaya Ternate,” tegasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *