oleh

SOROTAN ! Maluku Utara Kaya Raya di Atas Kertas, Miskin di Pesisir: Infrastruktur Hanya Jadi Koridor Ekstraksi Nikel

-HEADLINE-1930 Dilihat

TERNATE –  Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang dipuja-puja setinggi langit ternyata menyimpan anomali dan paradoks berbahaya. Di atas kertas, provinsi ini menjadi bintang hilirisasi nasional, namun di lapangan, infrastruktur publik hanya menjadi koridor ekstraksi untuk kepentingan global, bukan pemerataan.

Kritik tajam itu disampaikan Akademisi, Dr. Muhammad Kamal dalam artikelnya _”Anomali Paradoks Hilirisasi: Menagih Porsi Keadilan Ekologis dan Monetisasi Infrastruktur Maluku Utara”_.

Baca Juga  PEMILIK KAPAL BERLINDUNG DIBALIK NAKODA ? Telaah Pidana Bella 72 Bongkar …………?

Dr. Kamal membongkar data BPS Maluku Utara triwulan IV 2025 yang mencatat pertumbuhan ekonomi 29,81% dan industri pengolahan melesat 50,93%. Angka fantastis itu, menurutnya, menipu.

“PDRB dapat naik sangat cepat karena nilai produksi smelter, meskipun keterkaitan dengan usaha lokal masih terbatas. Pertumbuhan tinggi hanya akan menjadi anomali statistik di tengah kerentanan sosial yang terus bertahan,” tegas Dr. Kamal.

Baca Juga  1 TAHUN GUBERNUR MALUT ! Ketua FPPPMU Soroti Orientasi APBD Malut : Antara Kepentingan Publik dan Bisnis

Ia menyebut pola ini sebagai *hilirisasi enklave*. Pelabuhan, terminal, pembangkit energi dan jalan bekerja sangat efisien mengirim nikel ke pasar internasional, tapi lumpuh total melayani petani, nelayan, dan UMKM antarpulau.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *