“Barang tambang dapat bergerak cepat menuju pelabuhan ekspor, sementara pangan lokal, produk perikanan, dan komoditas usaha kecil masih menghadapi biaya angkut tinggi. Konektivitas berubah menjadi koridor ekstraksi, bukan koridor pemerataan,” kritiknya.
*Infrastruktur Hanya Monetisasi Ekspor*
Dr. Kamal mempertanyakan monetisasi infrastruktur. Apakah jalan, pelabuhan dan listrik membuat biaya usaha warga lokal turun? Faktanya tidak.
Kebutuhan raksasa kawasan industri – mulai dari pangan, katering, perumahan hingga jasa – seharusnya menjadi pasar emas bagi warga lokal. Namun tanpa kebijakan pengadaan lokal yang terukur, belanja industri justru mengalir ke pemasok besar dari luar daerah.
“Jika jawabannya hanya berlaku bagi industri besar, maka manfaat publik dari investasi infrastruktur masih terbatas,” ujarnya.








Komentar