oleh

SOROTAN ! Maluku Utara Kaya Raya di Atas Kertas, Miskin di Pesisir: Infrastruktur Hanya Jadi Koridor Ekstraksi Nikel

-HEADLINE-2324 Dilihat

“Barang tambang dapat bergerak cepat menuju pelabuhan ekspor, sementara pangan lokal, produk perikanan, dan komoditas usaha kecil masih menghadapi biaya angkut tinggi. Konektivitas berubah menjadi koridor ekstraksi, bukan koridor pemerataan,” kritiknya.

*Infrastruktur Hanya Monetisasi Ekspor*

Dr. Kamal mempertanyakan monetisasi infrastruktur. Apakah jalan, pelabuhan dan listrik membuat biaya usaha warga lokal turun? Faktanya tidak.

Baca Juga  GUBERNUR LIRA MALUT WARNING KEJATI MALUT : KASUS TUNJANGAN DPRD MALUT JANGAN SAMPAI TENGGELAM

Kebutuhan raksasa kawasan industri – mulai dari pangan, katering, perumahan hingga jasa – seharusnya menjadi pasar emas bagi warga lokal. Namun tanpa kebijakan pengadaan lokal yang terukur, belanja industri justru mengalir ke pemasok besar dari luar daerah.

“Jika jawabannya hanya berlaku bagi industri besar, maka manfaat publik dari investasi infrastruktur masih terbatas,” ujarnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *