*Keadilan Ekologis yang Dikhianati*
Yang paling disorot adalah beban ekologis yang dikhianati. Risiko pencemaran air, sedimentasi pesisir, emisi udara, dan degradasi hutan mengancam sumber penghidupan nelayan.
“Keadilan ekologis berarti masyarakat lokal tidak boleh menanggung risiko lingkungan sementara manfaat utama mengalir ke luar daerah. Lingkungan pesisir serta perikanan harus diperlakukan sebagai modal ekonomi yang nilainya setara dengan mineral,” tulis Dr. Kamal.
Ia mengingatkan, tanpa standar lingkungan yang bisa diverifikasi, nikel Maluku Utara akan ditolak pasar global yang kini menuntut jejak karbon rendah dan rantai pasok bersih.
Mengutip Amartya Sen (1999), Dr. Kamal menegaskan pembangunan harus memperluas kebebasan dan kapabilitas nyata manusia, bukan sekadar menaikkan pendapatan agregat.








Komentar