Sementara, di luar negeri karya-karyanya terus diterjemahkan dan pengarangnya diganjar medali penghargaan, antara lain dari pemerintah Prancis dan Jepang.
***
Jika Anda membaca “Sepatu Tuhan” (2003). Karya Asdar Muis RMS, seniman dan esais dari Makassar. Kita dibuat tersenyum geli.
Ia menyindir, buku di negeri ini, bukan barang murah. Hasil cetakan dalam negeri saja, harganya selangit.
Mau murah? Cari di loakan. Tapi, harganya juga tidak sangat murah walau sudah ada yang sobek di sana sini.
Sementara, IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia) telah berkali-kali melayangkan surat permohonan kebijaksanaan pada pemerintah agar buku disubsidi. Tapi ibarat angin lewat di tengah padang pasir.
Lebih mencengangkan lagi.Buku-buku cetakan luar yang masuk ke Indonesia dikenai pajak BM (barang mewah) seperti layaknya mobil BMW atau Mercedez.
Maka jangan kaget bila harganya di awang-awang. Malah penjual maupun distributornya memberi label harga seenak perutnya.
Jadilah sebuah buku asing. Khususnya yang berbahasa Inggris, tidak hanya menyesuaikan kurs dola. Tapi juga menaikkan dari harga semestinya hingga 200-400 persen.
Makanya dulu ada semacam “anekdot” di kalangan komunitas penulis. Katanya :
Jika maau buku murah? Ke India saja !. Di negeri ‘penari’ ini, harga buku sangat murah. Negara memberi subsidi. Tak ada buku dikenakan pajak, termasuk dari luar.
Mau buku gratis? Ke negeri Paman Sam saja. Di Amrik sana, masyarakatnya suka membuang buku ke tong sampah di taman bila sudah tamat dibaca. Yang penting tidak gengsian alias tebal muka jadi pemulung intelek.
Mau gampang membaca buku asing yang tidak lagi berbahasa Inggris? Ke Jepang saja. Tapi, harus kursus bahasa Japan dulu. Sebab di negeri Matahari itu, buku asing diterjemahkan ke dalam bahasa dan budaya Jepang.
Mau buku yang super gratis? Pakai saja pendapat penyair “Mau hidup seribu tahun” Chairil Anwar yaitu “orang bodoh yang meminjamkan buku, tapi jauh lebih goblok yang mengembalikan buku pinjaman”.
Hanya, adakah orang yang mau meminjamkan buku (kecuali perpustakaan pada anggotanya) di situasi yang harga buku melangit?
Mau baca buku baru yang belum ada di perpustakaan tanpa biaya? Ke toko buku saja. Pura-pura mau beli padahal numpang baca.
Tapi jangan pernah mau ambil buku alias copet di toko buku, buntutnya bisa penjara. Dan di sana tentu tidak ada buku gratis.
***











Komentar