TERNATE —Proyek sudah rampung. Anggaran Rp8,8 miliar sudah cair. Tapi Rumah Dinas Gubernur Maluku Utara di Sofifi sampai hari ini kosong.
Sementara itu, Gubernur Sherly Tjoanda tetap bertahan tinggal di hotel mewah.
Kondisi janggal ini memicu pertanyaan tajam dari pengamat kebijakan publik Muslim Arbi.Ia menduga ada “main” di balik proyek rehabilitasi Rumdis yang dikerjakan Pemprov Malut lewat Dinas PUPR dengan skema swakelola itu.
“Ngebet rehab rumah dinas Gubernur dengan dana fantastis Rp8,8 miliar dengan mekanisme swakelola yang bermasalah, tetapi rumah dinasnya tidak ditempati, Gubernur masih asik hidup di hotel mewahnya, ada apa,” ujar Muslim Arbi dengan nada tinggi.
Swakelola Bermasalah, Hasilnya Mangkrak
Masalahnya bukan hanya soal tidak ditempati.
Berdasarkan LHP BPK, kebijakan swakelola proyek Rumdis itu bermasalah. Dasar hukumnya adalah Peraturan Gubernur Nomor 31 Tahun 2025 tentang Pengadaan Barang/Jasa di Lingkungan Pemprov Malut yang diterbitkan Gubernur Sherly Tjoanda.















Komentar