Sumber internal HIKMU menyebut akar persoalan sudah muncul sejak MUBES.
“Sejak dua bulan sampai hari H MUBES, Nabil M. Salim sudah membuka tawaran calon lain agar dirinya mundur. Tapi responnya tidak ada. Hanya Pak Bul-Bul saja,” ungkap sumber itu.
“Masalahnya tiba hari H muncullah Askan Naim yang mengagetkan. Kemunculan Askan ini diikuti konstalisasi persaingan Nabil versus Askan. Akhirnya Askan terpilih, lalu mereka diduga merubah periode kepemimpinan dari 3 tahun menjadi 5 tahun,” tutup sumber itu.
Anggota lain, Husen Umasangaji menyoroti kelengahan kubu Nabil.
“Kepada kubu Nabil Bul-Bul sebagai penyelenggara, kenapa tidak mengunci pencalonan di tata tertib?”tanya dia.
“Ya kubu Nabil Bul-Bul lengah dengan calon tunggal sampai saat musyawarah muncul nama Askan Naim baru kaget,” timpal sumber lain pro Nabil Bul -Bul.
“Kubu Nabil Bul-Bul kiranya semua benar-benar ikhlas padahal pada ujungnya muncul nama Askan Naim, kita merasa ditikung, kita anggap itu sebagai bukan kekeluargaan lagi”imbuhnya.
Desakan Damai dan MUBES Luar Biasa
Perdebatan ini mengundang keprihatinan warga komunitas. Banyak yang meminta konflik diselesaikan secara baik dan sistimatis agar roda organisasi tidak terganggu.
Tak sedikit yang mengusulkan jalan tengah.
“Gelar saja gugatan atau Musyawarah Luar Biasa HIKMU untuk penyelesaian kepengurusan HIKMU yang benar-benar legal dan demokratis,” saran salah satu sumber.









Komentar