Ekonomi Tumbuh Cepat, Kesejahteraan Belum Merasa
Menurut Dr. Kamal, aktivitas tambang emas di Gosowong, nikel di Weda, dan industri pengolahan di Pulau Obi telah membentuk pusat-pusat pertumbuhan baru di Halmahera. Investasi yang masuk juga menarik arus pekerja dan pelaku usaha dari berbagai daerah.
Namun pertumbuhan permintaan barang dan jasa belum diikuti dengan peningkatan produksi lokal yang sepadan. Akibatnya, nilai belanja pekerja tambang justru mengalir ke sentra produksi dan pedagang besar di luar daerah.
“Daerah penghasil mineral berisiko menjadi pasar konsumsi tanpa menjadi pusat produksi pangan dan ekonomi rakyat,” katanya.
Soroti Tumpang Tindih Kepentingan
Dr. Kamal menyoroti relasi antara bisnis ekstraktif dan kekuasaan politik daerah sebagai salah satu faktor yang membuat distribusi manfaat tidak optimal.
Ia menilai, jika kelembagaan ekonomi lokal tidak segera dibenahi, maka masyarakat Maluku Utara hanya akan menjadi penonton di tanahnya sendiri, sementara keuntungan terbesar mengalir kepada pemilik modal.









Komentar