TERNATE — Hampir 2 tahun tragedi ledakan Speedboat Bella 72 milik bersama Benny Laos dan Sherly Tjoanda di Pelabuhan Bobong, Taliabu, kembali memanas. Kali ini bukan soal penyebab ledakan, tapi soal janji tanggung jawab yang disebut tak pernah ditepati.
Ibu Seni Saleh, istri almarhum Bripka Hamdani Buamonabot salah satu korban tewas, menuding Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda ingkar janji.
“Katanya nanti bertanggung jawab untuk anak-anak korban dan masa depan mereka. Tapi sampai sekarang tidak ada,” kata Ibu Seni Saleh dalam konferensi pers di Cafe Literasi, Gamalama, Ternate, Senin (14/9/2026).
Janji Pekerjaan, Rumah dan Modal Usaha Tak Terealisasi
Seni menyebut Sherly Tjoanda sebagai pemilik speedboat langsung maupun tidak langsung pernah berjanji akan mencarikan pekerjaan, memberikan modal usaha dan rumah untuk keluarga korban agar bisa melanjutkan hidup.Namun hingga hampir 2 tahun peristiwa nahas yang menewaskan suaminya itu, janji dimaksud tak kujung ia realisasikan.
Janji itu disampaikan saat pertemuan langsung dan saat proses restorative justice (RJ) berlangsung dan melibatkan Kejaksaan Tinggi serta Kejaksaan Negeri Ternate.
“Saya tidak mengejar uang. Saya hanya mengejar janji diberikan pekerjaan, modal usaha dan rumah di sofifi serta anak-anak korban akan diperhatikan sekolah dan masa depannya. Itu saja,” ujarnya.
Ia juga mengaku pernah mengusulkan asuransi untuk anak-anak korban.Namun menurutnya, usulan itu tidak dipenuhi. Sebagai gantinya, Sherly disebut menawarkan solusi berupa pekerjaan atau modal usaha.
“Yang saya minta sebenarnya pemikiran untuk pekerjaan. Bisa kasih modal, usaha, atau apa yang bisa saya lakukan untuk membesarkan anak sampai besar,” kata Seni.
“Namun sampai sekarang janji-janji itu tidak ada,” tegasnya.








Komentar