TERNATE — Maluku Utara hari ini memperlihatkan wajah pembangunan yang penuh kontradiksi. Kekayaan mineral telah membawa investasi, industri pengolahan, ekspor, dan perubahan struktur ekonomi dengan kecepatan yang sulit ditemukan di banyak provinsi lain.
Namun di balik ledakan ekonomi tersebut muncul pertanyaan mendasar tentang siapa yang menguasai sumber daya dan siapa yang memperoleh manfaat akhirnya.
Hal itu disampaikan Dr. Muhammad Kamal, pengamat ekonomi dan pembangunan Maluku Utara, kepada wartawan di Ternate, Kamis (11/9/2026).
“Persoalan menjadi semakin sensitif ketika jaringan kepentingan bisnis ekstraktif disebut beririsan dengan kekuasaan politik daerah,” ujar Dr. Kamal.







Komentar