oleh

ANALISIS EKONOMI : PMA RI Kalah Telak dari Vietnam & Malaysia: “Bukan Soal Pasar, Tapi Soal Birokrasi”, Kebijakan Prabowo Jadi Penawar

-Jakarta-1042 Dilihat

3. Hilirisasi Industri Berkelanjutan & Mandiri Energi
Tidak hanya nikel. Sekarang merambah sawit, tembaga, bauksit, hingga *energi terbarukan skala masif seperti hidrogen hijau lewat PT Hidrogen Nusantara Energi. Targetnya: tekan impor energi.

4. Manajer Koperasi Desa “Merah Putih”
Puluhan ribu manajer koperasi terlatih disebar ke desa. Fungsinya: gerakkan ekonomi bawah, kuatkan rantai pasok pangan, pastikan stimulus tepat sasaran.

Baca Juga  DOBRAK DIAMNYA DPRD! Reza Sentil 4 Wakil Rakyat Dapil Makean-Kayoa: Jangan Bungkam Saat Rakyat Orimakurunga vs Laluin Memanas!

5. Diplomasi Ekonomi Makro Agresif

Memanfaatkan posisi Indonesia sebagai safe haven di tengah konflik global. Pemerintah aktif merayu raksasa teknologi untuk bangun *Pusat Data/AI Hub di koridor Batam-Karimun bersama Singapura. Tujuannya mengejar ketertinggalan investasi digital.

3. KESIMPULAN: WAKTUNYA BONGKAR SISTEM DARI DALAM

Analisis Prof. Didik dan tim ekonom senior sejalan dengan arah kebijakan saat ini.

Baca Juga  Sherly Tjoanda Gubernur Terbaik, Muslim Arbi : Ini Anomali Yang Sesungguhnya

Intinya: masalah Indonesia bukan di pasar, tapi di prosedur.

Jika 2 senjata ini jalan bareng — penegakan hukum tanpa pandang bulu lewat penyitaan aset koruptor, dan pembersihan birokrasi lewat deregulasi — maka fondasi untuk menarik PMA berkualitas akan terbentuk.

Targetnya jelas: keluar dari middle-income trap dan mengejar Vietnam serta Malaysia yang sudah lebih dulu lari.

Baca Juga  KAPMI MELIRIK EKONOMI ASIA TENGAH DAN BPP KAPMI MEMBERI SK DUA DEWAN PAKAR

Pertanyaannya sekarang bukan lagi “kenapa kita kalah?”.
Tapi: *m“Mampukah War Room ini memotong rantai birokrasi lebih cepat dari investor yang kabur?”

Jawabannya akan kita lihat 1-2 tahun ke depan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *