JAKARTA – Pertemuan rutin Kamis-Senin Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia (GMRI) pada 21 Mei 2026 didatangi tamu khusus, Sultan Saladin dan permaisuri dari Kesultanan Kanoman, Cirebon. Diskusi informal yang berlangsung lebih dari tiga jam di Sekretariat GMRI, Pecenongan, membahas berbagai isu mulai dari ekonomi, spiritualitas, hingga kepemimpinan.
Sultan Saladin menyoroti fenomena gerhana bulan pada Ramadan lalu yang ia baca sebagai isyarat yang perlu diwaspadai bersama agar tidak menimbulkan kerugian. Ia juga menekankan pentingnya pelurusan pemahaman spiritual di tengah masyarakat.
“Masih banyak orang yang beranggapan bahwa spiritual itu klenik. Padahal, orang mencari ilmu dan belajar itu pun bagian dari laku spiritual,” kata Sultan Saladin. Menurutnya, sosialisasi nilai spiritual diperlukan agar Indonesia dapat menjadi mercusuar yang menerangi dunia.








Komentar