JAKARTA — Himpunan Pemuda Mahasiswa Halmahera Utara Jakarta (HIPMA HALUT Jakarta) kembali angkat bicara terkait minimnya Perhatian PT NHM terhadap Pengembangan sumber daya manusia (SDM), Ironi besar terjadi di jantung ibu kota. Di saat PT Nusa Halmahera Minerals (PT NHM) mengeruk kekayaan emas dari perut bumi Gosowong, Halmahera Utara, dengan nilai triliunan rupiah setiap tahun, puluhan bahkan ratusan mahasiswa asal Halmahera Utara yang sedang berjuang kuliah di Jakarta justru dibiarkan berjuang sendiri tanpa sentuhan beasiswa pendidikan dari perusahaan tersebut.
Ketua Hipma Halut Jakarta, Imelda Indri Inaka, bertanya: Untuk siapa sebenarnya keberadaan tambang itu?Kekayaan Alam Diangkut, SDM Lokal Ditinggalkan, Fakta di lapangan sangat pahit. Tanah kami dilubangi, hutan kami dibuka, laut dan sungai kami berisiko terdampak. Jalan-jalan perusahaan dibangun megah di lingkar tambang. Namun ketika anak-anak Halmahera Utara merantau ke Jakarta untuk merebut masa depan lewat pendidikan tinggi, PT NHM seolah tutup mata.
Hipma Halut Jakarta berpandangan Secara logika bahwa CSR tambang yang paling mendasar adalah: ambil emasnya, bangun manusianya. Bukan sebaliknya.
“Mahasiswa Halut di Jakarta bukan mahasiswa manja. Kami adalah kelompok yang paling rentan. Biaya kos Rp 800 ribu – 1,5 juta per bulan, biaya makan, biaya fotokopi, biaya skripsi dan biaya lain” yang sangat besar”ujar Indri.








Komentar