Jacob Ereste
Saling sandra dan saling memeras karena berawal dari saling membiarkan untuk mencari aman, bahkan tidak sedikit diantaranya yang menunggu bagian. Begitulah budaya korup yang telah merasuk ke semua sektor dan bidang pekerjaan. Tak hanya dalam habitat hukum, politik dan perundang-undangan hingga untuk urusan agama pun sudah dijadikan obyek bancaan. Tak ada dosa yang mereka kenal, sebab dana bantuan untuk rakyat miskin — bahkan dana bantuan bencana alam juga sudah tidak lagi dianggap haram. Apalagi hanya sekedar proyek pemerintah yang diijinkan, akibatnya proyek belum berjalan pun dananya sudah nyaris habis dibantai entah oleh siapa saja akibatnya menjadi sangat sulut diusut, karena semua pihak ikut menikmati duit yang didulang dari tetesan keringat rakyat.
Karena itu juga birahi korupsi telah menjadi perilaku yang genit dan latah. Jika tidak korupsi saat peluang dan kesempatan ada, bisa dicibir semacam manusia pandir se dunia. Bahkan reputasi yang dianggap terbaik dan sukses, ketika baru duduk sesaat di tempat yang basah itu, takarannya adalah semewah apa kendaraan yang sudah bisa dimiliki. Dan semegah apa rumah yang bisa dibangun. Semua itu akan menjadi takaran kerabat dan sahabat termasuk keluarga — terutama saat pulang ke kampung halaman — seperti apa kemewahan hidup yang bisa dipamerkan serta berapa nilai buah tangan yang dapat dibagikan ke semua sanak famili serta saudara dan kawan-kawan yang masih bertahan dalam kemiskinan di kampung halaman.









Komentar