oleh

ANALISIS EKONOMI : PMA RI Kalah Telak dari Vietnam & Malaysia: “Bukan Soal Pasar, Tapi Soal Birokrasi”, Kebijakan Prabowo Jadi Penawar

-Jakarta-1035 Dilihat

3. Hilirisasi Industri Berkelanjutan & Mandiri Energi
Tidak hanya nikel. Sekarang merambah sawit, tembaga, bauksit, hingga *energi terbarukan skala masif seperti hidrogen hijau lewat PT Hidrogen Nusantara Energi. Targetnya: tekan impor energi.

4. Manajer Koperasi Desa “Merah Putih”
Puluhan ribu manajer koperasi terlatih disebar ke desa. Fungsinya: gerakkan ekonomi bawah, kuatkan rantai pasok pangan, pastikan stimulus tepat sasaran.

Baca Juga  Dr. Hendra Karianga Bakal Jadi Narsum Spesial di Podcast Bang Syukur Mandar, Bahas Isu Hukum Strategis!

5. Diplomasi Ekonomi Makro Agresif

Memanfaatkan posisi Indonesia sebagai safe haven di tengah konflik global. Pemerintah aktif merayu raksasa teknologi untuk bangun *Pusat Data/AI Hub di koridor Batam-Karimun bersama Singapura. Tujuannya mengejar ketertinggalan investasi digital.

3. KESIMPULAN: WAKTUNYA BONGKAR SISTEM DARI DALAM

Analisis Prof. Didik dan tim ekonom senior sejalan dengan arah kebijakan saat ini.

Baca Juga  Dari Daerah Untuk Indonesia: BPP KAPMI Konsolidasi 5 Ketua BPD di Jakarta Kawal Ekonomi 8% Prabowo

Intinya: masalah Indonesia bukan di pasar, tapi di prosedur.

Jika 2 senjata ini jalan bareng — penegakan hukum tanpa pandang bulu lewat penyitaan aset koruptor, dan pembersihan birokrasi lewat deregulasi — maka fondasi untuk menarik PMA berkualitas akan terbentuk.

Targetnya jelas: keluar dari middle-income trap dan mengejar Vietnam serta Malaysia yang sudah lebih dulu lari.

Baca Juga  Diamkan Budi Arie Sebut Kekuasaan Prabowo Tak Sampai 2029, Muslim Arbi: Jokowi Menyetujui

Pertanyaannya sekarang bukan lagi “kenapa kita kalah?”.
Tapi: *m“Mampukah War Room ini memotong rantai birokrasi lebih cepat dari investor yang kabur?”

Jawabannya akan kita lihat 1-2 tahun ke depan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *