3. Hilirisasi Industri Berkelanjutan & Mandiri Energi
Tidak hanya nikel. Sekarang merambah sawit, tembaga, bauksit, hingga *energi terbarukan skala masif seperti hidrogen hijau lewat PT Hidrogen Nusantara Energi. Targetnya: tekan impor energi.
4. Manajer Koperasi Desa “Merah Putih”
Puluhan ribu manajer koperasi terlatih disebar ke desa. Fungsinya: gerakkan ekonomi bawah, kuatkan rantai pasok pangan, pastikan stimulus tepat sasaran.
5. Diplomasi Ekonomi Makro Agresif
Memanfaatkan posisi Indonesia sebagai safe haven di tengah konflik global. Pemerintah aktif merayu raksasa teknologi untuk bangun *Pusat Data/AI Hub di koridor Batam-Karimun bersama Singapura. Tujuannya mengejar ketertinggalan investasi digital.
3. KESIMPULAN: WAKTUNYA BONGKAR SISTEM DARI DALAM
Analisis Prof. Didik dan tim ekonom senior sejalan dengan arah kebijakan saat ini.
Intinya: masalah Indonesia bukan di pasar, tapi di prosedur.
Jika 2 senjata ini jalan bareng — penegakan hukum tanpa pandang bulu lewat penyitaan aset koruptor, dan pembersihan birokrasi lewat deregulasi — maka fondasi untuk menarik PMA berkualitas akan terbentuk.
Targetnya jelas: keluar dari middle-income trap dan mengejar Vietnam serta Malaysia yang sudah lebih dulu lari.
Pertanyaannya sekarang bukan lagi “kenapa kita kalah?”.
Tapi: *m“Mampukah War Room ini memotong rantai birokrasi lebih cepat dari investor yang kabur?”
Jawabannya akan kita lihat 1-2 tahun ke depan.














Komentar