oleh

ANALISIS EKONOMI : PMA RI Kalah Telak dari Vietnam & Malaysia: “Bukan Soal Pasar, Tapi Soal Birokrasi”, Kebijakan Prabowo Jadi Penawar

-Jakarta-1049 Dilihat

3. Hilirisasi Industri Berkelanjutan & Mandiri Energi
Tidak hanya nikel. Sekarang merambah sawit, tembaga, bauksit, hingga *energi terbarukan skala masif seperti hidrogen hijau lewat PT Hidrogen Nusantara Energi. Targetnya: tekan impor energi.

4. Manajer Koperasi Desa “Merah Putih”
Puluhan ribu manajer koperasi terlatih disebar ke desa. Fungsinya: gerakkan ekonomi bawah, kuatkan rantai pasok pangan, pastikan stimulus tepat sasaran.

Baca Juga  MENJELANG PELANTIKAN KETUM IKA USAKTI: ALUMNI UNIVERSITAS TRISAKTI WAJIB BERKONTRIBUSI NYATA BAGI BANGSA

5. Diplomasi Ekonomi Makro Agresif

Memanfaatkan posisi Indonesia sebagai safe haven di tengah konflik global. Pemerintah aktif merayu raksasa teknologi untuk bangun *Pusat Data/AI Hub di koridor Batam-Karimun bersama Singapura. Tujuannya mengejar ketertinggalan investasi digital.

3. KESIMPULAN: WAKTUNYA BONGKAR SISTEM DARI DALAM

Analisis Prof. Didik dan tim ekonom senior sejalan dengan arah kebijakan saat ini.

Baca Juga  Kasus OTT BPN Bogor, Muslim Arbi: Presiden Prabowo Harus Segera Pecat Nusron Wahid

Intinya: masalah Indonesia bukan di pasar, tapi di prosedur.

Jika 2 senjata ini jalan bareng — penegakan hukum tanpa pandang bulu lewat penyitaan aset koruptor, dan pembersihan birokrasi lewat deregulasi — maka fondasi untuk menarik PMA berkualitas akan terbentuk.

Targetnya jelas: keluar dari middle-income trap dan mengejar Vietnam serta Malaysia yang sudah lebih dulu lari.

Baca Juga  Jacob Ereste: Program MBG Sungguh Mulia, Tapi Teknisnya Harus Dirombak Total"

Pertanyaannya sekarang bukan lagi “kenapa kita kalah?”.
Tapi: *m“Mampukah War Room ini memotong rantai birokrasi lebih cepat dari investor yang kabur?”

Jawabannya akan kita lihat 1-2 tahun ke depan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *