oleh

Antara Mahatir dan Prabowo.


Dalam pidato pada acara Munas HIPMI di lampung Prabowo sempat mengeluhkan sikap para elit itu. ” Lu kira jadi Presiden gampang”?

Jika melihat Prabowo, putera Begawan Ekonom Prof Soemitro Djoyohadikusumo yang dengan gigih meraih perjuangan panjang sampai memimpin Indonesia saat ini menempuh perjalanan panjang dan berliku.

Kini setelah memimpin Indoneisa sebagaimana yang di tuangakan dalam Buku Paradoks Indonesia dapat tercapai.
Selain mengelola ekonomi dengan konsitusi UUD2002. Prabowo juga seharusnya mengembalikan Indonesia ke rel konsitusi sebagaimana Proklmasi 17 Aguatus 1945. UUD1945 18 Agustus 1945 menuju Cita-cita Proklamsi sesuai Amanat Para Pendiri Bangsa.

Baca Juga  Cinta, Kesetiaan, dan Nasionalisme: Bukan untuk Diserukan, Tapi untuk Diwujudkan

Pasal 33 UUD1945 sudah di berlalukan dan kini tinggal memperbaiki perpolitikan nasional dengan mengembalikan UUD2002 ke UUD1945.

Ekonomi dan Poltik itu ibarat 2 dua muka dari satu mata uang. Ekonomi akan pincang bila berjalan di atas praktek politik liberal dan neoliberal. Jika ekonomi di kembalikan ke Pasal 33 maka bangunan politik dan sistem bernegara juga harus di kembalikan ke UUD1945 – 18 Agustus 1945. Bila tidak – ekonomi dan poltik akan saling berbenturan. Ekonomi jalan kanan – Politik jalan nya sebaliknya. Tidak akan sejalan. Seharusnya ekonomi dan politik di atas rel konsitusi yang benar.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *