Tony Rosyid : Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa
Kelahiran oligarki atau elit minoritas adalah keniscayaan. Di setiap sejarah akan lahir oligarki. Kelompok kecil yang mengendalikan (the rulling class).
Cerita Tolut dan Jalut yang diabadikan dalam sejumlah kitab suci agama menggambarkan elit minoritas terorganisir yang dilengkapi dengan peralatan memadai mampu mengalahkan mayoritas.
Oligarki atau elit minoritas ini semakin jelas bentuknya setelah Ibnu Khaldun mendefinisikannya dalam teori “ashabiyah”. Dengan basis solidaritas kelompok, lahir oligarki politik yang mengambil kekuasan dan mengendalikannya. Di tangan oligarki politik inilah kekuasaan selalu dikendalikan sepanjang sejarah.
Abad ke-19, kajian teoritis tentang oligarki atau elit minoritas semakin sistematis. Vilfredo Pareto menawarkan teori “sirculation of Elit”, mirip Ibnu Khaldun bicara tentang jatuh bangunnya penguasa. Disusul Gaetano Mosca dengan teori “Rulling Class and Rulled Class”. Minoritas yang mengendalikan dan mayoritas yang dikendalikan. Lalu muncul Robert Michels dengan teori “Iron Law of Oligarchy”. Hukum besi oligarki. Abad ke-20 lahir Charles Wright Mills yang menulis buku “The Elit”.
Inti dari semua teori oligarki atau elit minoritas adalah bahwa sejarah akan selalu dimenangkan dan dikendalikan oleh oligarki. Oligarki itu adalah elit dengan jumlah minoritas yang menguasai resourches baik politik maupun ekonomi. Write Mills mnambahkan satu lagi yaitu militer. Ini gambaran elit di Amerika. Mirip Indonesia masa Orde Baru.
Jadi, oligarki itu suatu keniscayaan. Hukum sejarah. Bagian dari sunnatullah yang tidak bisa dihindari, apalagi ditolak. Dimanapun anda hidup; di RT, di Desa atau kelurahan, di daerah manapun, bahkan di sebuah bangsa, oligarkilah penguasa dan pengendalinya.








Komentar