oleh

Cinta, Kesetiaan, dan Nasionalisme: Bukan untuk Diserukan, Tapi untuk Diwujudkan

 

Oleh: Jacob Ereste

Kesetiaan itu seperti baja yang ditempa waktu. Ia bisa menjadi persaudaraan yang abadi jika teruji oleh badai, tapi waktu juga yang menentukan apakah jalinan itu akan berlanjut atau berakhir. Yang tersisa kemudian adalah nostalgia—catatan yang perlu dikenang, bukan sekadar diingat, agar kita tahu mengapa perpisahan itu terjadi.

Baca Juga  Tatanan Dunia yang Kacau: Menakar Laku Spiritual sebagai Penyeimbang Rasio Politik

Perpisahan memang akan selalu mengakhiri pertemuan, seabadai apa pun itu. Sebab takdir dan nasib bukan wilayah manusia. Manusia hanya pelakon dalam pementasan besar yang naskahnya ditulis oleh Sang Sutradara. Kita bisa berusaha sebaik mungkin, tapi hasil akhirnya tetap berada di tangan-Nya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *