oleh

Menyusul JATAM, Aktivis Senior Desak Pemerintah Cabut IUP Nikel PT.Karya Wijaya dan PT.Mineral Trobos di Pulau Gebe

-HEADLINE-312 Dilihat

Abdurahim mencatat seluruhnya terdapat 7 perusahaan pemegang IUP yang diizinkan mengeksploitasi nikel di Pulau Gebe, yaitu:

PT Karya Wijaya — disebut milik Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Utara
PT Mineral Trobos
PT Smart Marsindo
PT Aneka Niaga Prima
PT Anugrah Sukses Mining
PT Lopoli Mining
PT Bartra Putra Mulia

Baca Juga  MELETUSNYA GUNUNG DUKONO : 17 Pendaki Selamat, 3 Masih Hilang di Gunung Dukono: Ini List Nama dan Negara Adal 20 Pendaki Gunung Dukono.

“seluruh perusahaan tersebut melanggar UU No. 1/2014 karena beroperasi di pulau kecil” tegas dia.

Pelanggaran Tambahan.

Lebih jauh sapaan Ko Im ini menjelaskan : PT Karya Wijaya dan PT Mineral Trobos melakukan pelanggaran tambahan: menggarap lahan di luar lokasi IUP yang diberikan.

“PT Karya Wijaya pemiliknya Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Utara. Dua perusahaan ini selain melanggar karena menanmbang di pulau kecil juga melakukan pelanggaran dengan menggarap lahan di luar dari lokasi izinnya,” ujar Abdurahim.

Baca Juga  Ketua Buruh Malut Kecewa: “Sherly di May Day IWIP Cuma Seremonial” : Aktivis Kritik Shery Lebih Pro Kapitalisme

Atas pelanggaran itu, kata dia, Kementerian LHK telah menetapkan denda administratif Rp500 miliar terhadap PT Karya Wijaya.

Desakan Penegakan Hukum dan Sanksi Politik

Abdurahim menegaskan pelanggaran tersebut bukan hanya administratif, tapi pidana. “Hal ini sebenarnya pelanggaran pidana yang harusnya pemilik perusahaan harus ditangkap dan diadili,” tegasnya.

Ia menilai Sherly Tjoanda sebagai gubernur seharusnya memberi contoh kepatuhan hukum. “Sherly Tjoanda harusnya memberi contoh yang baik karena dia gubernur, tapi kenyataannya dia melanggar ketentuan yang ada.”

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *