oleh

Budaya Rente dalam Politik Balas Jasa dan Saling Sandera Menyandera


Oleh: Jacob Ereste

Politik balas jasa dan politik sandera menyandera adalah dua sisi dari mata uang yang sama. Nilai tukarnya identik: membelenggu. Siapa saja yang memegangnya seperti menggenggam granat—siap meledak kapan saja jika salah sentuh. Ia tidak hanya melukai pemegangnya, tapi juga menghancurkan apa saja yang ada di sekitarnya.

Baca Juga  CATATAN BUNG USSER ! FINAL PIALA DUNIA 2026: FINAL YANG MENGECEWAKAN — ARGENTINA TAMPIL BAK TIM DEBUTAN

Politik balas budi bekerja melalui tekanan psikologis. Hutang budi yang belum lunas menjadi hantu yang mengikuti setiap langkah. Ia memaksa keputusan politik tidak lagi diukur oleh kepentingan publik, tapi oleh siapa yang pernah memberi jalan, modal, atau dukungan. Sementara politik sandera bekerja dengan ancaman. Data, rahasia, atau skandal disiapkan sebagai amunisi untuk menjerat lawan maupun kawan. Begitu dikehendaki sang pengendali, aib itu bisa dibuka kapan saja.

Baca Juga  Korupsi Lewat "Jalan Tol" Pilihan Tersingkat Untuk Cepat Kaya Raya di Indonesia — Oleh Jacob Ereste

Inilah dilema laten yang hari ini dipertontonkan di depan publik. Politik, ekonomi, bahkan kebudayaan kita seperti ikan lele di penggorengan—digoreng setengah matang, lalu disimpan untuk santapan berikutnya. Tidak ada kejelasan, yang ada hanya strategi menahan dan menunda agar posisi tawar tetap menguntungkan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *