Kita berisiko menciptakan jurang baru: yang kaya menjadi konseptor, yang miskin cukup menjadi operator teknis hasil pelatihan singkat.
-000-
Jalan Tengah: Reinvensi, Bukan Eliminasi
Solusinya bukan dengan membunuh ilmu tersebut, melainkan dengan menyegarkannya.
Jangan tutup Prodi Sosiologi, tapi ajarkan mereka “Social Data Analytics.”
Jangan tutup Prodi Kependidikan, tapi bekali mereka dengan “Digital Pedagogy.”
Kita butuh “hibriditas.” Kita butuh sarjana yang punya hati sosiolog, tapi punya tangan teknokrat.
Kita memang butuh makan, kita butuh ekonomi yang tumbuh. Tapi kita juga butuh “kewarasan.”
Bangsa yang besar tidak hanya dibangun oleh mereka yang pandai menghitung angka di bursa saham, tapi juga oleh mereka yang tekun menjaga “api nalar” di ruang-ruang kelas.
Jangan sampai karena terlalu ambisius mengejar pertumbuhan, kita justru kehilangan jiwa dari pendidikan itu sendiri.
Karena pada akhirnya, tujuan akhir dari pendidikan bukan hanya membuat kita laku di pasar kerja, tapi membuat kita tetap menjadi manusia yang utuh.(***)
Cinere, 30 April 2026
Pukul : 04.20












Komentar