oleh

*Dunia Memanas Akibat Ketegangan Politik, Suhu Bumi Terasa Gerah Karena Tata Kelola Salah Melawan Sunnatullah*

By.Jacob Ereste 

Ketika dunia memanas akibat perang, masih ada alternatif untuk menghentikannya. Tapi saat bumi memanas, hanya Tuhan yang memiliki kuasa untuk mendinginkannya. Sebab planet bumi milik Tuhan sebagai sang pencipta. Lalu manusia yang ikut salah tidak ikut menjaga keseimbangan suhu di bumi, harus menerima akibatnya, seperti yang dirasakan banga Indonesia sekarang, khususnya Jakarta dan sekitarnya, sehingga suhu bumi, padahal kisaran suhu bumi baru sekitar 32 derajat celsius.

Baca Juga  Iran dan Upayanya Membangun Tatanan Baru Dunia

Jadi bisa segera dibayangkan bila suhu bumi terus naik pada kisaran 36 derajat Celcius hingga 40 derajat celcius. Mungkin banyak orang yang mulai merendam diri di Kali Malang atau Kali Angke hingga Sungai Cisadane. Sementara yang dirasakan salah satu warga Tangerang, Banten saat suhu bumi berkisar pada 32 derajat Celcius pada sepekan terakhir ini pun telah mengakibatkan sejumlah alat pendingin di rumah menjadi macet, terbakar atau konslet, sehingga memaksa dirinya untuk tidur di depan kulkas yang terbuka pintunya untuk sekedar mengimbangi suhu udara yang begitu membuat sekujur tubuh menjadi gerah. Kendati begitu, dari kondisi serupa itu dia bisa membangun fantasi tentang suhu yang lebih panas di neraka, seperti yang sering dijadikan ilustrasi bahwa panas di neraka itu 1.000 kali bara api yang sering kita gunakan untuk membakar sate atau ikan. Artinya, panas dari suhu bumi yang meningkat dalam sepekan terakhir ini, cukup mengingatkan betapa pentingnya manusia untuk menjaga lingkungan hidup. Sebab sikap abai manusia terhadap lingkungan hidup — khususnya di Indonesia — perlu mendapat perhatian yang seimbang dan adil, semacam manusia harus dan patut bersikap baik sesama manusia yang lain.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *