Amar Ome
Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern di Jatiland Mall, di mana cahaya lampu beradu dengan gemerlap zaman, sebuah ruang bernama Bioskop XXI menjadi saksi bisu perjalanan waktu yang megah. Malam itu, layar perak bukan lagi memantulkan gambar, melainkan membuka gerbang sejarah yang memanggil kembali empat nama besar yang pernah menorehkan tinta emas di bumi Moloku Kie Raha.
Pertunjukan monolog yang mengangkat kisah Sultan Baabullah, Sultan Nuku, Salahuddin bin Talabuddin, dan Sultan Zainal Abidin Sjah sengaja dihadirkan tidak hanya sebagai tontonan, namun ingin merawat masa depan dengan sentuhan jiwa yang membelai ingatan.
Suara demi suara, gerak demi gerak, membius setiap mata yang memandang. Kita diajak menyelami keteguhan Sultan Baabulah yang berdiri gagah mempertahankan kedaulatan. Merasakan api semangat Sultan Nuku yang tak pernah padam meski badai menerpa. Memahami kebijaksanaan Salahuddin bin Talabuddin. Serta meresapi keagungan visi Sultan Zainal Abidin Sjah. Mereka adalah sosok yang bernapas, yang berdarah, dan yang mencintai tanah airnya melebihi nyawa sendiri.








Komentar