TERNATE — Benteng Oranje padam selama satu jam, Sabtu malam (25/4/2026). Bukan mati listrik, tapi sengaja. Pemkot Ternate bersama Harita Group menggelar Earth Hour 60+ sebagai simbol ajakan: beri bumi waktu istirahat.
Aksi pemadaman lampu pukul 21.00–22.00 WIT ini bukan seremoni. Ia jadi kampanye perubahan perilaku: hemat energi, kurangi konsumsi listrik tak perlu, dan mulai kebiasaan kecil yang berdampak besar.
Sekda: Ini Bukan Sekadar Matikan Lampu
Sekretaris Daerah Kota Ternate, Dr. H. Rizal Marsaoly, SE., MM menegaskan, Earth Hour adalah gerakan edukasi kolektif. “Selama satu jam, kita memberikan ruang bagi bumi untuk beristirahat. Ini aksi bersama untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan serta membangun pola hidup yang lebih ramah terhadap alam,” jelas Sekda.
Rizal menyebut kebiasaan sepele justru kunci. Charger yang dibiarkan nancap, lampu menyala tanpa orang, AC hidup di ruang kosong — semua bisa diubah. “Pesan utama yang ingin disampaikan adalah bahwa penggunaan energi harus lebih bijak. Jika ada perangkat yang tidak diperlukan, sebaiknya dimatikan. Kesadaran menjaga bumi dapat dimulai dari tindakan sederhana di rumah,” ujarnya.








Komentar