oleh

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Tony Rosyid : Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Idul Fitri populer di Indonesia dengan istilah lebaran. Istilah ini muncul untuk menandai selesainya puasa. Selesai itu dalam bahasa lain adalah lebaran.

Tradisi lebaran di Indonesia diisi dengan silaturahmi. Silaturahmi antar saudara, teman dan handaitolan. Setiap lebaran, jalanan dimana-mana macet karena berjubel orang secara serentak bersilaturahmi. Dari satu rumah ke rumah yang lain. Dari satu keluarga ke keluarga yang lain. Dari satu teman ke teman yang lain.

Baca Juga  In Memoriam: Jenderal Try Sutrisno KESETIAAN DALAM SENYAP

Para perantau mudik supaya bisa bersilaturahmi dengan saudara-saudaranya di kampung, juga teman-teman lamanya. Berapapun harga dan ongkosnya, mereka tetap balik kampung. Semua demi bertemu dengan keluarga, saudara dan teman-teman lamanya. Bahkan tak sedikit yang harus mancari pinjaman uang untuk ongkos pulang kampung. Sebuah momentum mengharukan yang tak ingin mereka lewatkan.

Baca Juga  Jawa Barat dan Rakyat Kecil Yang Lagi-Lagi Dikorbankan

Para pejabat dan orang-orang populer punya tradisi open house. Membuka rumahnya untuk siapapun yang ingin silaturahmi. Tanpa undangan, karena ini momentum lebaran. Dibuka untuk semua orang tanpa mengenal status dan kelas. Semua boleh datang dan silaturahmi. Bermaaf-maafan antar sesama.

Presiden, menteri, gubernur, walikota, bupati, ketum partai, artis, biasanya open house saat lebaran. Bahkan seringkali mereka menyiapkan ampau buat masyarakat kelas bawah yang datang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *