oleh

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Pemilu 2024, Anies-AHY disiapkan untuk maju bersama sebagai calon presiden dan wakil presiden. Persiapan setengah matang, rencana ini bubar. Partai-partai pengusung Anies lebih menginginkan Anies berpasangan dengan Muhaimin Iskandar. Meski pada alkhirnya pasangan ini kalah. Apakah peristiwa ini yang dianggap dosa besar oleh SBY sehingga di momen lebaran sekalipun SBY tidak membukakan pintu silatirahmi buat Anies?

Baca Juga  Nuzulul Quran: Algoritma Iqra dalam Menangkal Disrupsi Post-Truth dengan Epistimologi Wahyu.

Atau mungkin ada faktor lain dimana Demokrat menjadi bagian dari koalisi Prabowo. SBY takut jika kedatangan Anies dianggap sebagai persiapan koalisi 2029 yang menciptakan asumsi rivalilitas terhadap Prabowo?

Spekulasi publik semakin liar ketika panitia open house membuat pernyataan yang seperti memberi ketegasan bahwa Anies tidak diundang yang artinya Anies tidak dikehendaki oleh SBY untuk datang. Kesan yang ditangkap publik bahwa pernyataan ini bisa menjadi semacam upaya untuk “mempermalukan Anies” di depan publik. Tidak duandang kok datang? Begitulah kira-kira pesannya.

Baca Juga  MENYEMAI BENIH KESADARAN DI RUANG KELAS

Ini bagian dari risiko kekalahan politik yang Anies harus legowo untuk bisa menerimanya. Pihak yang kalah selalu salah, karena narasi kebenaran itu lazim didominasi oleh para pemenang.

Jepara, 26 Maret 2026

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *