Jadi kemampuan mendengar dengan kemampuan berbicara itu nyaris sama dan sebangun dengan kemampuan ngomong dengan untuk mengungkapkan gagasan dan pemikiran yang paling cemerlang sekalipun. Namun terkadang tidak selaras dengan kemampuan untuk menuliskan pemikiran dan gagasan itu dalam bentuk tulisan. Tidak kecuali untuk pemikiran dan gagasan yang paling sederhana sekali pun.
Karena itu kemampuan mendengar dengan baik, tidak kalau kualitas serta perlunya dibandingkan dengan kemampuan bicara yang bermuara dan indah sekaligus bisa memukau para pendengar. Begitu juga dengan menulis.
Oleh Karena itu, kemampuan berbicara banyak perlu diimbangi oleh kemampuan untuk mendengar dalam jumlah yang banyak juga. Sama seperti berbicara secara lisan perlu diimbangi oleh kemampuan berbicara dalam bentuk tulisan. Artinya, hukum keseimbanganssangat penting dan perlu untuk dilakukan layak antara jiwa dan raga yang tidak boleh saling mengabaikan.
Keseimbangan dalam daya ungkap ini, jelas dan pasti akan mencerminkan sikap dan sifat pribadi setiap orang untuk mencapai tata harmoni yang paling ideal dalam perilaku untuk tidak selalu merasa benar sendiri. Dalam tata keseimbangan – untuk mengatasi ketimpangan – jelas dan perlu dilakukan agar sikap egoistis tidak sampai terkesan jadi menggagahi orang lain.













Komentar