oleh

SEBUAH MANIFESTO UNTUK RUBRIK SOSIO-PUASA

“Saya tahu. Tapi saya juga paham, tulisan Pak Doktor adalah jembatan literasi yang kita butuhkan? Jadi gimana, sanggup mengisi ruang kosong di hati pembaca kita setiap hari?”

Aku menarik napas panjang, merasakan getaran tanggung jawab itu merambat melalui sinyal seluler.

“Baik, Komandan. Untuk tanah leluhur dan ikhtiar merawat nalar dari perantauan, saya nyatakan bersedia. Sosio-Puasa akan kita jadikan manifesto perubahan sosial .”

Baca Juga  Sosio- Puasa | Hari -13/14 : MENJAHIT PULAU DENGAN CAHAYA SINYAL

“Alhamdulillah, ”

Suaranya terdengar lega, seolah satu beban di pundaknya baru saja terangkat.

Panggilan terputus. Jakarta kembali bising, namun di kepalaku, gagasan tentang Ramadan di Maluku Utara mulai menari, siap untuk dituangkan menjadi aksara.

–000–

Menerima tawaran dari redaksi Pikiran Ummat untuk mengampu rubrik Sosio-Puasa selama satu bulan penuh Ramadan bukan sekadar pemenuhan kewajiban literasi, melainkan sebuah tanggung jawab sosio-religius yang mendalam.

Baca Juga  Sosio-Puasa | Hari ke-4/5 : GEMA LANGIT DI ALTAR MODERNITAS

Di tengah arus informasi yang sering kali terjebak pada kulit luar ritual, terdapat urgensi untuk membedah puasa sebagai perubahan sosial yang lebih membumi.

Esai ini merupakan pernyataan kesediaan sekaligus kerangka konseptual terhadap komitmen kepenulisan yang akan saya jalankan.

Hemat saya, beberapa poin pemikiran strategis adalah :

Pertama.Urgensi Literasi Sosio-Religius.

Fenomena puasa bukan sekadar ritus transendental, melainkan instrumen perubahan struktur sosial. Saya berkomitmen untuk membedah dialektika antara kesalehan individu dan dampaknya terhadap kohesi sosial dalam setiap tulisan.

Baca Juga  Sosio-Puasa | Hari : 5/6 : DARI ALGORITMA LANGIT KE ALGORITMA DIGITAL

Kedua.Kedalaman Analisis.

Setiap artikel dalam rubrik ini nantinya akan disusun menggunakan pendekatan multidisipliner—mengaitkan aspek teologis dengan realitas sosiologis kontemporer—guna memberikan perspektif yang mencerahkan bagi pembaca.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *